tips

Cara Aman Konsumsi “Junk Food”


TIDAK bisa dipungkiri bahwa junk food terlihat sangat menggoda untuk disantap. Apalagi ditambah dengan tampilan iklan junk food yang tampak indah dan membayang di mata. Saat lapar dan kebetulan keuangan menungkinkan maka junk food terasa menngelitik hidung dan membuat perut keroncongan. Padahal, jika terlalu sering dan banyak makan junk food, ancaman beragam penyakit mengancam konsumen. Terutama penyakit jantung koroner dan stroke.

Walaupun sudah jelas ancamannya, tetapi godaan untuk memakan junk food tidak bisa dielakkan. Apalagi saat ini gerai junk food telah menajmur disetiap sudut yang strategis. Begitu mudah dijangkau dan menggoda! Di sisi lain gaya hidup kita saat ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan masa muda nenek kita yang cukup puas dengan makanan tradisional. Artinya, era junk food sudah mendominasi kehidupan jaman kini. Kita tidak bisa menghindari!

Junk Food adalah kata lain untuk makanan yang jumlah kandungan nutrisinya terbatas. Umumnya, yang termasuk dalam golongan junk food adalah makanan yang kandungan garam, gula, lemak, dan kalorinya tinggi, tetapi kandungan gizinya sedikit. Contohnya, keripik kentang yang mengandung garam, burger, pizza, permen, semua makanan pencuci mulut yang manis, makanan fast food yang digoreng minuman bersoda atau berkarbonasi.

Penyakit yang paling sering menyerang penggemar fast food yaitu jantung koroner. Secara teoritis, ketika menelan banyak kalori, tubuh dipaksa untuk menghasilkan insulin dalam jumlah ekstra untuk mengubah karbohidrat menjadi gula darah. Tetapi, kehadiran insulin yang terlalu banyak justru akan memicu terjadinya penggabungan dengan lemak untuk bersama-sama merusak pembuluh darah.

Penyakit lainnya yang sering menyerang penggemar fast food adalah stroke. Penyakit stroke dapat dipicu oleh kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol. Stroke terjadi jika peredaran darah ke otak terputus untuk sementara. Otak tergantung pada perbekalan darah yang kaya oksigen secara terus-menerus, yang dibawa oleh pembuluh nadi(arteri).

Ancaman

Bisa kita bayangkan, betapa seriusnya ancaman penyakit jika kita nekad mengkonsumsi makanan junk food. Persoalannya, sekali lagi, junk food begitu menggugah selera. Selain itu keterbatasan waktu dan padatnya pekerjaan memaksa kita untuk memilih junk food sebagai makanan yang siap disantap tanpa merepotkan dan buang-buang waktu. Lantas apa yang harus kita lakukan? Menurut Reni Wulan Sari, M.Kes, dkk dalam buku Dangerous Junk Food, ada cama aman untuk mengkonsumsi junk food yaitu : 1) Jika membeli burger, pilihlah jenis burger yang lebih banyak mengandung bahan nabati dibandingkan hewani.2) Jika minum coffee float, cola float atau sejenisnya, perlu diingat bahwa float banyak mengandung lemak dan gula. Sebaiknya minum tanpa embel-embel float. 3) Hindari makan es krim terlalu banyak karena kadungan gula dan lemaknnya tinggi. Gantilah es krim dengan yogurt, pudding atau jus buah. Jika tidak tersedia, lebih baik minumlah teh. 4) Jika makan pizza, pilihlah yang banyak sayurannya. 5) Jangan ganti nasi dengan French fries. Kandungan lemak dan sodium French fries sangat tinggi. Lebih baik mengkonsumsi nasi. 6) Jika makan fried chicken atau ayam goreng impor sebaiknya buang bagian kulitnya. Karena kulit ayam ras adalah sumber lemak jenuh dan kolesterol. Fried chicken yang digoreng dengan teknik deep frying menyebabkan kandungan lemak bahan yang digoreng lebih tinggi jika dibandingkan dengan cara penggorengan biasa. 7) Pesan sup sayuran. 8) Kurangi minuman bersoda dan perbanyak air putih. 9) Kombinasikan dengan menu sehat seimbang. 10) Perbanyak berolah raga.

Kebalikan dari junk food adalah smart food. Tingkat kesehatan kita akan lebih baik jika kita mengkonsumsi smart food. Smart food adalah pangan pemberi energy (energy food), pangan penyeimbang(balancing food), pangan penyembuh atau peredam rasa sakit (soothing food) dan pangan pembangun atau pembaharu (regenerating food). Dengan kata lain smart food adalah bahan pangan yang selain mengandung nutrisi(protein, karbohidrat, vitamin, mineral) dan aman dimakan (tidak mengandung residu pestisida, residu hormone, bahan makanan sintetis, misalnya pengawet, pewarna, dan penambah cita rasa). Bahan yang tergolong smart food antara lain roti berserat tinggi, beras, sayuran, teh, ayam kampung dan madu organic. Selain itu, makanan yang difermentasi seacara tradisional misalnya tempe dan oncom, jus buah tanpa bahan pengawet, selai yang tidak menggunakan bahan pengawet, cuka yang berasal dari jus buah, minyak ikan serta minyak zaitun.

[sumber: BaliPost]

Iklan

2 respons untuk ‘Cara Aman Konsumsi “Junk Food”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s