stori

Pidato yang Penuh Jiwa


image

Vito sulungku diberikan tugas pidato perpisahan oleh gurunya. Isinya sangat singkat, tapi padat. Mengena dan terasa sekali ada “jiwa” dalam narasi yang dibangun. Begini pidatonya:

Assalamu’alaikum wr.wb

Yang terhormat…Bapak Kepala Sekolah SD Islam Al-Fajar beserta wakil,
Yang terhormat…Bapak dan Ibu Guru,
Serta, teman-teman yang saya banggakan.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmatnya kita dapat berkumpul bersama-sama.

Izinkan saya, mengatakan sepatah dua patah kata dalam rangka perpisahan SD Islam Al Fajar kelas VI angkatan ke-12.

Tak terasa…sudah enam tahun saya bersekolah di SD Islam Al Fajar. Dan, saya mau berterimakasih kepada semua bapak dan ibu guru yang telah mengajari saya dengan  berbagai hal dengan tulus dan pantang menyerah. Serta, teman-teman yang sudah mewarnai hidup saya…entah dengan warna hitam, putih, maupun abu-abu.

Dan, saya mau mendo’akan semua bapak dan ibu guru agar panjang umur dan sehat selalu. Serta, teman-teman semoga tercapai cita-citanya masuk ke SMP, SMA maupun universitas yang diinginkan.

Akhir kata, saya mohon sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah saya lakukan dalam enam tahun ini.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Menurut pengakuannya, saat membacakan tanpa teks di depan kelas, mendapatkan aplus cukup meriah. Gurunya ikut memuji.

Buatku bukan soal penghargaannya itu. Tapi kemampuannya mengasah rasa dan kemudian menuliskannya dalam kata.

Bojong Kulur, 13 Januari 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s