komunikasi

Surat Kaleng dari Teroris Bom Thamrin


image

Belakangan ini gencar beredar di media sosial berita sanggahan atas peristiwa bom Thamrin. Isinya, beberapa link tentang analisa ngawur dari aksi teroris yang disebutkan rekayasa dan bentuk pengalihan isu.

Sumber analisanya hanya pada beberapa foto dan video yang tersebar luas di media. Beragam tuduhan dilancarkan. Sangat dipaksakan agar sesuai teori konspirasi yang ingin dibangun. Jauh dari verifikasi apalagi konfirmasi. Ini tuduhan keji dan serius. Tidak berlebihan jika para penebar berita bohong itu adalah kepanjangan tangan para teroris.

Saya tidak ingin masuk ke ranah sana, karena tidak elok menyadur berita gak benar. Karena itu artinya saya merendahkan diri sendiri,  bisa dituduh ikut berperan memecah belah bangsa dan meremehkan kerja aparat yang telah bekerja luar biasa.

Di era digital seperti saat ini, surat kaleng banyak bertebaran dalam wujud akun-akun tidak jelas. Portal asal jadi, serta situs-situs penebar kebencian, tanpa awak redaksi. Anonimus di media sosial seperti hantu. Menakuti siapa saja. Menebar kebencian dan berharap ada kecemasan. Seperti teroris, surat kaleng versi digital ini berharap ada chaos. Namanya juga surat kaleng, mereka tidak ingin identitasnya diketahui. Itu artinya informasi yang dibagikan sulit bisa dipertanggungjawabkan.

Namun, ada juga beberapa kasus yang dengan jelas menunjukkan jatidirinya. Menyerang secara bebas tanpa malu dan takut. Tetapi coba dicek dan telusuri, boleh jadi mereka hanya martir yang dikorbankan digaris depan. “Tokoh” intelektualnya pasti ada, tapi bersembunyi. Tokoh di sini bisa perorangan, institusi, atau kekuatan jamaah. Si penebar surat kaleng mendapatkan pasokan informasi sesat, kemudian diolah dan dibumbui.

Salah satu foto yang dijadikan analisa adalah Afif, si teroris, tengah mempersiapkan serangan bersama temannya. Foto ini dituduh hasil jepretan teman si teroris yang katanya untuk dokumentasi. Setelah ada klarifikasi ternyata foto tersebut adalah milik fotografer salah satu media online. Meski terbantahkan, fitnah terus bergulir.

Dari sini jelas sekali maksud dan tujuan si pembuat informasi palsu. Konyolnya, surat kaleng digital seperti ini mudah sekali tersebar, terutama oleh mereka yang ingin menyerang kepentingan lawan atau sekedar haters. Maka “twit war” pun tak terhindarkan. Inilah by product sebuah evolusi teknologi. Seperti dikatakan Marshal McLuhan, “media as extension of man“. Jadi, media sosial hanyalah alat  yang digunakan untuk kepentingannya.

Apakah ini kemunduran atau kemajuan? Yang jelas kehadirannya adalah sesuatu yang tidak bisa terhindarkan. Tapi yang pasti setiap orang memiliki value. Apa yang anda posting adalah mencerminkan diri anda. Kalau anda masih mementingkan pergaulan yang positif dan hubungan sosial yang wajar tentu perlu brand yourself. Tetapi tidak sekedar berdiri untuk bisa dilihat, dan hanya asal berbicara jika ingin didengar. []

Bojong Kulur, 17 Januari 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s