puisi

Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari


image

Waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang

Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan

Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang

Aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan.

(Sapardi Djoko Damono)

Puisi ini sudah diterjemahkan tidak kurang dari 20 bahasa.  Meski terkesan sederhana  puisi ini justru  masuk dalam antologi puisi dunia bersama karya Rendra.

Menurut pengakuan Sapardi, puisi ini adalah satu-satunya puisi yang dihafal dan paling disukainya. []

Foto: baristakata.com/ahmadi supriyanto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s