stori

Cerita Lain Masjid Kubah Mas


Nama masjid Kubah Mas sudah sejak lama dikenal masyarakat, ketimbang nama Masjid Dian Al-Mahri. Berlokasi di tepi jalan Meruyung, Limo, Depok masjid ini saban hari dikunjungi masyarakat yang ingin beribadah, atau sekedar istirahat dan rekreasi bersama keluarga. 

Kecuali hari Kamis, masjid ini tertutup untuk umum karena alasan pemeliharaan. Pada akhir pekan, Sabtu-Minggu, dapat dipastikan jalan yang hanya terdapat dua lajur (dua arah) akan padat dan merayap. Jadi, kalau anda akan ke masjid ini pertimbangkan betul waktu, kesiapan fisik dan mental. Baik dari arah Sawangan ataupun dari arah Cinere, keduanya sama saja, mengular panjang.

Kubah Mas yang selesai dibangun tahun 2006 ini kini menjadi wisata religi bagi masyarakat muslim. Banyak pengunjung yang berasal dari berbagai daerah dengan rombongan besar, terutama kalangan ibu-ibu berduyun-duyun merasakan sensasi di masjid yang konon kubahnya dilapisi emas itu. Seolah masjid Kubah Mas bagian dari ritual keagamaan yang pantang dilewati. 

Dari segi kapasitas, kawasan masjid seluas 50.000 m2 ini tentu dapat menampung kendaraan termasuk bus-bus  dalam jumlah besar. Lapangan parkir tersedia cukup banyak. Taman-taman rumput menghampar sejauh mata memandang. Untuk mengakomodir kebutuhan  makan disediakan kantin khusus, bercampur dengan toko suvenir. Ada satu gedung aula cukup luas yang digunakan untuk istirahat para pengunjung.

Masjid ini konon mampu dapat menampung hingga 20.000 orang. 

Saya sendiri baru berkesempatan mengunjungi masjid ini pada Sabtu, 16 Juli 2016 kemarin. Kesan saya, masjid ini terlihat betul dirawat dengan baik. Ornamen gaya Timur Tengah ini menyejukkan dengan bantuan lampu yang sengaja menggunakan warna kekuningan. Tiang-tiang kokoh berdiri makin mengesankan kemegahan. Di tambah dengan lampu gantung yang berada di tengah  kubah utama berdiameter 20 m, memberikan kesan kemewahan pada masjid yang memiliki enam menara dengan ketinggian 40 meter dan empat kubah tambahan yang berada di sudut-sudut atas masjid. 

Karpet-karpet tebal membentang menutupi lantai dalam masjid: tebal dan wangi. Lantai-lantainya terlihat betul dipel saban hari, membuat jamaah semakin betah. Saya pribadi cukup takjub dengan keadaan pelataran dan dalam masjid, walaupun jujur diakui tidak ada perasaan “wah” begitu memasukinya. Boleh jadi karena ekspektasi saya yang kelewat tinggi atau saya terlanjur memiliki referensi terhadap masjid-masjid lain. 

Cerita Lain

Hanya saja ada satu yang mengganjal. Ini cerita dari istri, mertua dan ipar saya. Pada area wanita, petugas wanitanya terlampau kaku dan tidak ramah (baca: tidak sopan). Cara menegur yang sangat tidak simpatik. Ceritanya, dua anak dari ipar saya tidak izinkan masuk. Alasannya anak-anak ini adalah laki-laki. Mereka berdebat, tapi memilih mengalah karena toh  masjid ini mereka yang mengelola, kami hanya pengunjung yang ingin numpang sholat sambil istirahat.

Saya hanya heran dengan logika petugas yang kaku itu. Kalau anak-anak ini tidak boleh masuk, lantas siapa yang harus mengawasi mereka. Apa yang ditakutkan dari seorang bocah laki-laki umur empat dan dua tahun di antara jamaah wanita. Kekakuan lain: anak saya yang cewe juga dipelototi karena tidak berbusana muslim atau mukena. Mungkin kami yang kurang ilmu atau karena kebodohan, setahu saya tidak ada keharusan (atau kewajiban) bocah cewe harus berhijab atau bermukena saat masuk masjid. 

Kami mengalah, dan tidak berdebat karena memang tidak memiliki ilmu agama yang mencukupi dan mungkin saja karena kebodohan atas ketidaktahuan aturan-aturan dalam masjid. Istri, ibu mertua, ipar dan anak-anak akhirnya sholat di pelataran. Dan, mereka memilih untuk mengambil sikap: cukup sekali saja mendatangi masjid Kubah Mas. 

Saya memohon ampun sama Allah, karena saya yakin banyak rumah Allah lain yang lebih ramah anak dengan petugas yang tidak kaku dan banyak senyum, semoga. []

Bogor, 17 Juli 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s