publikasi

​Heboh Siaran Cabang Olahraga Renang yang Diblur, Begini Penjelasan KPI


BERITA

BARISTAKATA—Beberapa hari ini ramai diperbincangkan di media sosial sebuah tayangan televisi swasta yang diblur saat seorang atlit renang wanita peserta PON XIX Jabar yang  sedang melakukan aktivitas di kolam renang.

Banyak yang menyayangkan ini karena dianggap berlebihan mengingat cakupan liputan merupakan wilayah olahraga. 

Akun @arifrahman0909 mencuit, “event pon selam pun tak luput dari sensor…luar biasaa.” @mouldie_sep berkomentar,  “ntar syarat cabang renang PON pake pakaian selam.” Seorang netizen @adhmosatya bernada tidak percaya menyayangkan sikap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), “cabang renang pon cewe di blur? Ahelah KPI.”

Namun, ada juga yang bernada mendukung, seperti dilontarkan @aipsun, “blur televisi dilakukan oleh pihak televisi dengan pedoman dari Standar Program Siaran yang dikeluarkan KPI.”


Menanggapi kegaduhan ini, KPI melalui akunnya  @KPI_Pusat menjelaskan:
 1. Terkait screenshoot tayangan di salah satu stasiun TV yang menampilkan seorang perempuan berpakaian renang di pinggir kolam yang di blur,…

2. …maka bersama ini KPI merasa perlu memberikan beberapa penjelasan.

3. Belakangan beredar secara viral screenshoot tayangan TV yang menampilkan  seorang perempuan berpakaian renang diblur dengan title “PON XIX Jabar”.

4. Blur pada tayangan tersebut dilakukan oleh LPI itu sendiri, bukan atas perintah KPI.

5. Saat ini KPI sedang melakukan verifikasi, agar mampu memberikan penjelasan kepada publik maupun pengarahan kepada LP secara komprehensif.

6. Verifikasi yang dilakukan antara lain: lokasi pengambilan gambar di kolam renang perlombaan/kolam renang hotel?

7. …apa  konteks perekaman gambar, lomba atau wawancara? Dll

8. Jika pengambilan gambar dilakukan di kolam renang hotel dan dalam konteks wawancara, maka apa yang dilakukan LP tersebut kurang  etis.

9. Seharusnya proses produksi tidak dilakukan dengan cara merekam orang berpakaian renang, kemudian melakukan blur.

10. Bukankah proses pengambilan gambar bisa dilakukan, dengan terlebih dahulu meminta subyek memakai handuk?

11. Jika terkait perlombaan renang, LP masih dapat melakukan pengambilan gambar tanpa harus melakukan blur.

12. …namun secara teknis perlu dilakukan dengan baik, sehingga tidak terkesan melakukan eksploitasi tubuh, khusunya perempuan.

13. Misalnya teknik long shoot merekam semua peserta lomba renang sehingga fokusnya adalah lomba bukan fisik/tubuh peserta lomba.

14. Berbagai masukan publik terkait kegiatan penyiaran akan menjadi bahan pertimbangan KPI dalam membuat keputusan yurisprudensi bagi LP ke depan.

15. Prinsipinya KPI tidak ada niatan mengekang semangat pemberitaan maupun krativitas tim produksi dalam membaut tayangan,…

16. Namun harus dihindari adanya eksploitasi tubuh, khususnya perempuan dalam berbagai tayangan.

Hal ini mendapat respon positif netizen, yang menilai penjelasan KPI logis dan realistis. Namun begitu ada harapan agar lebih dikomunikasikan lagi dengan lembaga penyiaran, agar maksud dan tujuan sensor (blur) menjadi  lebih jelas. []
  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s