bebas

Liburan Kok ke Perpustakaan…Kenapa Enggak? Kamu Bakal Nyesel Kalo Gak ke Sini


Foto Monas ini mungkin sangat biasa. Bahkan terlalu biasa. Tapi yang membuat istimewa, saya mengambilnya dari lantai 21 gedung Perpustakaan Nasional, di Jalan Medan Merdeka Selatan, sederetan Balai Kota DKI Jakarta.

Kenapa istimewa? Bukan fotonya yang istimewa, tapi karena saya bisa menikmati baca buku sambil sesekali santai memandangi ikon Jakarta dari sudut pandang paling baik. Anak saya saja sampai terkagum-kagum memandangi Monas. Bisa sejelas ini, katanya. Di beberapa lantai, ada balkon yang kelihatannya memang disediakan untuk pengunjung menikmati Monas sambil diskusi.

Bagi pemburu spot untuk foto-foto sosmed, tempat ini sangat cocok. Tapi, saya tidak rekomendasi kalau datang hanya untuk foto-foto. Ada banyak hal yang bisa dieksplorasi dari Perpustakaan Nasional.

Saya sengaja mengajak anak-anak liburan ke Perpustakaan Nasional karena jenuh juga liburan yang itu-itu aja (*dalih aja, supaya irit, hehehe).

Jangan membayangkan Perpustakaan Nasional sebagai tempat yang kusam dan membosankan dengan buku-buku berdebu. Sudah seperti mal, gedung berlantai 27 ini dilengkapi AC yang kinyis-kinyis, lantai marmer yang licin, petugas yang ramah, dan musala yang super bersih. Oh ya, kalau lapar, ada juga food court di lantai 4 yang harganya terjangkau dengan suasana senyaman mal.

Saat saya mengunjungi siang tadi, pengunjungnya membludak. Meski sudah dilengkapi enam lift, kalau tidak salah, saya lupa, antre lift cukup lama. Layanan pendaftaran keanggotaan perpustakaan yang Sabtu (23/12) tadi dijatahi 400 anggota ludes tak sampai sore. Banyak pengunjung yang rada kecewa karena kuota sudah habis. Cara pendaftarannya juga cepat. Isi secara online di komputer yang jumlahnya puluhan di lantai 2. Kemudian cetak nomor antrean, tunggu panggilan, dan…. cepreeet, foto tercetak di atas kartu plastik. Gratis, tis.

Hampir semua tempat di Perpustakaan Nasional favorit. Seperti lantai 21 dan 22 untuk buku-buku umum yang terpajang di rak-rak. Lantai 7 untuk anak-anak, PAUD tepatnya. Di lantai ini pula tersedia koleksi buku untuk penyandang disabilitas.

Ini yang paling digemari kids jaman now: lantai 19, ruang multimedia. Di sini ada puluhan PC berlayar lebar dengan wifie super cepat. Di lantai ini, tersedia juga ruangan mirip-mirip co-working space yang bisa dipakai berbarengan. Keren, anda bisa berbagi cerita dan membangun jaringan di tempat ini. Daripada sewa co-working space mahal-mahal, tempat ini bisa jadi pilihan alternatif.

Nah, kalau mau suasana yang rada serius dan butuh ketenangan, ada di lantai 15, khusus buku-buku resensi. Cocok untuk yang sedang menulis buku, skripsi, tesis, disertasi dan sejenisnya. Cuma, ruangan ini sifatnya tertutup. Pengunjung sebelumnya harus memesan buku secara daring (dalam jaringan), baru kemudian bukunya disiapkan oleh petugas.

Kalo masih ada yang bingung mo liburan kemana? coba deh kunjungi Perpustakaan Nasional, insyaallah menyenangkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s