fiksi

​Biarkan Aku Mencintai Pohon-Pohon


Jernihlah menilai tentang aku, anak yang lebih mencintai pohon-pohon daripada sepakbola. Bersama pohon-pohon hatiku damai, hariku ceria. Apa salahnya mencintai pohon-pohon jika dengannya aku merasa bahagia.

Iklan
fiksi

Kejujuran Monyet


Kiamat Pagi rumahku seketika terang. Tidak seperti kebiasaannya, tatapan fajar saat itu begitu mengancam. Tiba-tiba aku gamam, aku sadar rumahku menghadap barat. Merah Kejujuran Dengan kebanggaan anaknya memamerka rapor semesteran pada ibunya. “Merah kok bangga,” ibunya ketus. “Merah itu bukti kejujuranku,bu.” Belahan Hati Dadanya terbelah. Separuh hatinya telah berpindah ke perut kekasih pujaannya. Tidak seperi… Continue reading Kejujuran Monyet

fiksi

Tragedi Duri di Sekolah


Duri Semangat Langkahnya tercekat duri. Ia terseok. Tetap tak gubris, sebab duri itu yang mambawanya pada kebahagiaan. Duri pelecut semangat. Merengek Susu Anaknya merengek minta susu. Tetek ibunya kempis, akibat semalam disusui  bapaknya yang jumlahnya sepuluh untuk membeli susu sapi untuk anaknya. Tragedi Sekolah Ketika liburan usai, orang-tua murid pontang-panting. Guru-guru mendapat komisi, kepala sekolah… Continue reading Tragedi Duri di Sekolah

fiksi

Sundal Kampung


Aku bukan sundal atau pelacur Aku hanya berbalas budi Jangan tanya kenapa Karena kalian, aku begini Aku dilahirkan tidak seperti kebanyakan bayi perempuan di kampungku. Perempuan sering diposisikan sebagai pelengkap. Bahkan, lebih buruk dari itu. Kaumku mungkin lebih pantas dianggap sebagai budak. Dipaksa bekerja memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan semata pelengkap, tapi ujung tombak, juga tulang… Continue reading Sundal Kampung

fiksi

Mencari Aku


Kami memanggilnya Ivan. Sepanjang sekolah, aku selalu menghindari anak ini. Sebenarnya ia tak pantas disebut anak. Usianya memang tidak aku tahu persis. Dari badannya yang besar, betisnya yang talas, dan telapak kakinya yang piring, aku menduga ia sepantaran anak SMP kelas 3. Ia gila atau kami yang gila. Tiap melewatinya kami bergidik sendiri. Wajahnya besi.… Continue reading Mencari Aku

fiksi

Kisah Robot dan Anak Miskin


Fiksimini-3: 1. Robot Ku ajak kau mendengar, melihat, supaya kamu bisa belajar  merasa.  Tapi  tetap tak bisa. Ah, aku lupa kamu cuma robot: gerakmu pasti sesuai perintah. 2.Gerobak Bocah  itu berkeluh, “Bu, aku tak mau ditaruh di gerobak!” “Maaf Nak, Ibu tak sanggup sewa ambulance sampai ke makammu.” 3.Cahaya Iman Lesatan itu cuma bisa ditangkap… Continue reading Kisah Robot dan Anak Miskin

fiksi

Doa Dua Wanita Tentang Air


fiksimini-2 : 1.Menggugat Tuhan “Tuhan, mana doa yang kuberikan dulu?”/”Ku-simpan dalam kotak”/”kok??”/”Ku-butuh kesungguhanmu!” 2.Dua Wanita Gincu merah di bibirnya bersih setelah semalaman dikulum istrinya di sebuah malam yang gulita 3.Air Tepat. Ketika setetes air itu diambil, dunia berubah menjadi kering. Bojong Kulur: 14:04:2010