fiksi

surat teroris untuk petani


fiksimini-1 : 1.prangko Maaf sayang, aku tak sempat kirimimu surat. Aku lupa, prangko terakhirku telah tertempel di pojok kanan surat untuk istriku 2. teroris Ketika kepalanya terpisah karena serangannya sendiri, teroris itu berucap, “wajahku akan segera terkenal.” 3. nasib petani Dulu, sungai mengalir deras, melewati sawah dan kebun. Kini sawah dan kebun bergerak, menghampiri petani,… Continue reading surat teroris untuk petani

fiksi

Tragedi di Pagi Buta


SEBAGAI anak tertua, Barkah, dibebani berupa kewajiban. Baik tertulis apalagi yang tidak. Garis wajahnya jelas sekali bahwa dipundaknya syarat beban yang harus dibawa. Ia boleh tidak suka, tapi kondisi memaksanya. Menolak sama saja mengkhianati Tuhan, yang mentakdirkannya lahir lebih awal dari empat adiknya yang semuanya lelaki. Bapaknya hanya buruh panggul di pasar. Kian hari, tubuh… Continue reading Tragedi di Pagi Buta